Informasi mengenai identitas Imane Khelif sebagai transgender tidak ada dalam dokumen resmi apa pun. Dalam berbagai laman profil resmi, Khelif telah berkompetisi dalam kompetisi tinju internasional selama bertahun-tahun di kategori wanita, termasuk Olimpiade Tokyo 2020. Atlet Aljazair kelahiran 1999 itu selalu bertanding di kategori wanita sejak mulai berlatih tinju.
Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.
==========
Kategori: Konten yang menyesatkan
Beredar sebuah video di X dari akun bernama @kegblgnunfaedh yang menjelaskan bahwa petinju wanita asal Italia, Angela Carini dikalahkan petinju transgender asal Aljazair, Imane Khelif saat pertandingan baru 45 detik dalam Olimpiade Paris 2024.
NARASI:
Kasihan sih ini kejadian di olimpiade dimana boxer cewek kalah dari boxer transwomen asal Algeria. Boxer Italia memutuskan mundur saat pertandingan baru 45 detik
Sumber: Instagram
https://x.com/kegblgnunfaedh/status/1819028327438434717
https://archive.is/QCMP7 Arsip
==========
PENJELASAN:
Berdasarkan hasil penelusuran, narasi yang menyebutkan bahwa petinju asal Aljazair, Imane Khelif, sebagai seorang transgender adalah tidak benar.
Dilansir dari Tempo.co, kontroversi mengenai identitas gender Imane Khelif ini bermula dari rekam jejaknya yang pernah didiskualifikasi dari Kejuaraan Dunia Tinju di New Delhi tahun 2023 silam. Kala itu, Khelif bertanding melawan Yang Liu. Penyelenggaranya, International Boxing Association/Asosiasi Tinju Internasional (IBA), melalui web resmi menyatakan “kadar testosteronnya yang tinggi, tidak memenuhi syarat kelayakan”.
Tindakan diskualifikasi tersebut menyebabkan gelombang misinformasi tentang jenis kelamin atlet. Dengan cepat masyarakat awam menyebut Khelif sebagai “transgender”. Padahal di laman profil resminya dan sejumlah media Timur Tengah, atlet Aljazair kelahiran 1999 itu selalu bertanding di kategori wanita sejak mulai berlatih tinju.
Menurut Instituto Superiore di Sanita atau Higher Institute of Health (ISS) Italia, wanita juga memiliki hormon testosteron, tidak hanya ada pada pria. Sehingga kadar yang tinggi tidak otomatis menjadikan seseorang sebagai transgender. Kondisi ini terjadi secara alami, dinamakan hiperandrogenisme, yakni ketika produksi hormon pria yang berlebihan (terutama testosteron) oleh kelenjar endokrin yang bertanggung jawab atas produksinya, yaitu ovarium dan indung telur.
Penyebab paling umum dari kadar testosteron tinggi pada wanita adalah autisme, sindrom ovarium polikistik, dan hiperplasia adrenal kongenital.
Dengan demikian, informasi mengenai identitas petinju wanita asal Aljazair, Imane Khelif, sebagai seorang transgender masuk dalam kategori konten yang menyesatkan.
Leave a Reply