Saat insiden terjadi, DiGuiseppi sedang tidak berada di lokasi penembakan.
Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.
==========
Kategori: Konten yang menyesatkan
Beredar sebuah video di X dari akun bernama @yo2thok yang mengeklaim bahwa wanita di belakang Trump saat penembakan adalah Asisten Direktur FBI, Janeen DiGuiseppi.
Wanita tersebut mengenakan topi serta kacamata hitam dan terlihat memberikan instruksi kepada penembak. Dalam video juga disertakan foto DiGuiseppi untuk membandingkan wajah kedua perempuan tersebut.
NARASI:
🇺🇸 Wanita dalam video di belakang Donald Trump adalah asisten direktur FBI Janeen Diguiseppi, terlihat memberikan kode aba-aba kepada penembak. Rekaman ini menjadi perbincangan masyarakat Amerika.
Sumber: Instagram
https://x.com/yo2thok/status/1814292427609633205
https://ghostarchive.org/archive/FYBnv Arsip
==========
PENJELASAN:
Berdasarkan hasil penelusuran, narasi yang mengeklaim Asisten Direktur FBI Janeen DiGuiseppi terlibat dalam peristiwa penembakan mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada 13 Juli 2024 adalah tidak benar.
Faktanya, saat insiden terjadi, DiGuiseppi sedang tidak berada di lokasi penembakan. Adapun ketika diamati, wanita dalam video tersebut memiliki bentuk wajah yang berbeda dengan foto DiGuiseppi yang disertakan dalam video.
Dilansir dari AFP, FBI membantah wanita dalam video yang memakai topi dan kacamata hitam adalah DiGuiseppi.
“Tuduhan yang beredar di media sosial tentang seorang eksekutif FBI dan kampanye di Butler, Pennsylvania adalah salah. Untuk lebih jelasnya, orang yang digambarkan bukanlah dia dan dia tidak menghadiri kampanye tersebut.”
Berdasarkan penyelidikan, pelaku penembakan, Thomas Matthew Crooks, diketahui melakukan aksinya sendirian.
FBI menyatakan, informasi palsu yang menyasar anggotanya itu merupakan hal yang tercela dan tidak bertanggung jawab, bahkan kerap kali menimbulkan ancaman terhadap mereka dan keluarganya.
Dengan demikian, video berisi klaim Asisten Direktur FBI Janeen DiGuiseppi terlibat dalam penembakan Trump masuk dalam kategori konten yang menyesatkan.
Leave a Reply