[SALAH] Makanan Kaleng Produksi Thailand Terkontaminasi Darah Penderita AIDS

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI serta Pemerintah Thailand telah membantah informasi menyesatkan tersebut yang beredar sejak 2014. Produk makanan kaleng dari Thailand dinyatakan aman dikonsumsi dan tidak mengandung darah HIV/AIDS. Selain itu, HIV tidak dapat dihidup di luar tubuh manusia.

Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.

==========

Kategori: Konten yang menyesatkan

Beredar sebuah postingan di Facebook dari akun bernama @AnhaZanne, yang mengimbau masyarakat untuk tidak mengonsumsi makanan kaleng, terutama buah-buahan yang berasal dari negara Thailand.

Terungkap ada kira-kira 200 orang pengidap AIDS yang bekerja di pabrik makanan kalengan Thailand, dan para pekerja itu memasukkan darah mereka ke dalam produk tersebut.

Dikatakan bahwa Depkes Thailand telah mengetahui masalah tersebut dan sudah melakukan penyitaan, namun sebagian besar produksi terlanjur diekspor.

Disebutkan juga bahwa sumber informasi tersebut berasal dari Ibu Dubes KBRI Kuala Lumpur dan tercantum pula nama Rita Toisuta Arifson yang diklaim dari Kementerian Kesehatan RI.

Selain itu, terdapat link berita yang tercantum dalam unggahan terkait informasi tersebut.

NARASI:

InnaLillahi wa Inna Illaihi roji’un

Assalammu’alaikum Wr Wb

Breaking News : Meneruskan info dr Ibu Dubes KBRI KL

Tolong beritahu adek2, suami, isteri dan semua teman2 Perhatian ; Mulai saat ini jangan makan makanan kaleng ,terutama buah2an , khususnya produksi Thailand. Karena di negara itu ada kira2 200 orang pengidap aids kerja di pabrik kalengan, dan mereka masukkan darah mereka ke dalam kalengan2 itu , dan saat ini masalah tersebut telah diketahui DepKes Thailand sehingga kaleng2an tersebut telah banyak di sita ttpi lebih banyak yg sdh terlajur diekspor. Contoh ; Lecy , Rambutan , Lengkeng , Mangga Puding dll. Setelah terima ini cepat kirim ke saudar2 n teman2 semua. Agar tidak konsumsi kalengan apapun…… Demi keselamatan kita semua. Info dr ibu dubes KBRI

(Rita Toisuta Arifson Kementrian Kesehatan RI)

Simak Beritanya :http://health.liputan6.hb/read/678535 {semoga bermanfaat}. Mohon bantu share ya..🙏🙏

Sumber: Facebook
https://www.facebook.com/AnhaZanne/posts/pfbid02EKxmBcQLHwp43ejRPoqJDjhqqiJ4P4r2LQVnjvqfQ8FkfPbR1xTvkBPrKeFH6VEnl

Arsip: https://archive.ph/VPF5q

==========

PENJELASAN:

Berdasarkan hasil penelusuran, informasi menyesatkan terkait larangan mengonsumsi produk makanan kaleng asal Thailand yang terkontaminasi darah penderita AIDS telah beredar sejak tahun 2014 lalu.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) RI telah merilis pernyataan resmi untuk membantah klaim tersebut di situs resmi mereka pada 12 November 2014.

Badan POM memastikan bahwa setiap produk pangan impor yang masuk ke Indonesia telah melalui proses evaluasi ketat. Proses ini meliputi penilaian terhadap keamanan, mutu, dan kandungan gizi produk. Dengan demikian, produk yang telah mendapatkan izin edar dari Badan POM dipastikan aman untuk dikonsumsi.

Selain proses evaluasi awal sebelum produk beredar, Badan POM juga secara rutin melakukan pengawasan terhadap produk pangan yang sudah ada di pasaran. Pengawasan ini bertujuan untuk memastikan produk tetap aman dikonsumsi dan sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Terkait dengan isu yang beredar, Badan POM dengan tegas menyatakan bahwa informasi mengenai adanya darah dan virus HIV dalam produk makanan kaleng tersebut adalah tidak benar. Badan POM menekankan bahwa virus HIV tidak dapat bertahan hidup di luar tubuh manusia, sehingga tidak mungkin ditemukan dalam produk makanan. Oleh karena itu, kabar yang beredar tersebut adalah hoaks dan tidak perlu dipercaya.

Badan POM mengimbau masyarakat untuk selalu teliti dalam membaca label produk dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terbukti kebenarannya. Sebagai konsumen yang cerdas, penting untuk selalu mencari informasi dari sumber yang terpercaya. Jika merasa ragu atau memerlukan informasi lebih lanjut, Badan POM menyediakan layanan Contact Center HALO BPOM di nomor 500533, SMS di 081.21.9999.533, atau melalui email di halobpom@pom.go.id.

Melansir dari Antara, pada November 2014, BPOM Hongkong menyatakan bahwa otoritas Thailand telah menepis rumor tersebut dalam pernyataan pers pada akhir 2013.

Sementara itu, WHO menegaskan bahwa HIV tidak dapat ditularkan melalui makanan atau air. Penelitian menunjukkan bahwa virus HIV tidak mampu bertahan lama di luar tubuh manusia. Virus ini juga menjadi tidak aktif saat mencapai suhu 65 °C. Bahkan jika terdapat HIV dalam makanan, proses pemanasan yang dilakukan selama pengalengan akan menghancurkan virus tersebut.

Menurut otoritas yang berwenang, termasuk Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian dan Koperasi, serta Administrasi Makanan dan Obat-obatan Thailand, seperti yang dilaporkan oleh Bangkok Post, proses produksi makanan kaleng di Thailand telah diperiksa dan disertifikasi secara ketat sesuai dengan standar internasional, termasuk Praktik Manufaktur yang Baik dan Sistem Analisis Bahaya serta Titik Kendali Kritis.

Tim Cek Fakta Cyberity juga menelusuri tautan berita yang tercantum dalam unggahan tersebut. Hasilnya, alamat berita tidak bisa diakses dan muncul pesan eror bahwa alamat situs tidak ditemukan. Setelah diteliti lebih lanjut, ternyata alamat berita tersebut telah diubah dengan mengganti kata .com dengan .hb. Pada tautan aslinya di Liputan6.com yang diterbitkan tanggal 29 Agustus 2013, berisi artikel yang bertujuan untuk membantah klaim yang beredar di aplikasi pesan singkat, sekaligus memberikan klarifikasi bahwa informasi tersebut tidak benar dan tengah diteliti oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Berita ini juga menggarisbawahi bahwa BPOM sedang melakukan investigasi lebih lanjut terkait isu tersebut.

Dengan demikian, klaim narasi dalam unggahan tersebut masuk dalam kategori konten yang menyesatkan.

REFERENSI:


Posted

in

by

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *