Para ahli epidemiologi menegaskan bahwa tidak ada hubungan antara vaksin AstraZeneca dan cacar monyet. Cacar monyet disebabkan oleh virus dari keluarga variola, yang berbeda dari adenovirus simpanse dalam vaksin AstraZeneca.
Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.
==========
Kategori: Konten yang menyesatkan
Beredar sebuah postingan di group Facebook Ladies of MAGA dari akun bernama @diane.grieco.5, yang mengeklaim bahwa vaksin COVID-19 AstraZeneca mengandung virus Mpox.
Dalam unggahan tersebut, disertakan foto berisi informasi bahwa vaksin AstraZeneca mengandung bahan “simpanse adenovirus” yang dikaitkan dengan cacar monyet.
NARASI:
AT THAT! DOES THE ASTRAZENECA VACCINE CONTAINS MONKEY POX!!!!!!!!!
Sumber: Facebook
https://www.facebook.com/groups/896553958308107/posts/1168579721105528/
Arsip: https://archive.ph/udCJN
==========
PENJELASAN:
Berdasarkan hasil penelusuran, informasi menyesatkan yang menyatakan bahwa wabah cacar monyet (monkeypox) disebabkan oleh penggunaan vektor adenovirus simpanse dalam vaksin COVID-19 AstraZeneca telah beredar sejak tahun 2022 di berbagai platform sosial media.
Para ahli epidemiologi menegaskan bahwa tidak ada hubungan antara vaksin AstraZeneca dan cacar monyet. Adenovirus simpanse dalam vaksin AstraZeneca telah dimodifikasi secara genetik agar tidak berbahaya bagi manusia dan digunakan sebagai vektor untuk memicu respons imun terhadap COVID-19.
Cacar monyet disebabkan oleh virus dari keluarga variola, yang berbeda dari adenovirus. WHO menjelaskan bahwa cacar monyet pertama kali ditemukan pada monyet laboratorium di Denmark pada tahun 1958 dan pada manusia di tahun 1970. Penyebaran terbaru cacar monyet terjadi di lebih dari 90 negara, dimulai dari Inggris pada Mei 2022.
Dr. Joshua Szanyi, registrar kedokteran kesehatan masyarakat di Melbourne School of Population and Global Health, mengatakan kepada RMIT FactLab bahwa klaim mengenai hubungan antara adenovirus simpanse dan cacar monyet “sepenuhnya tidak benar.”
“Adenovirus simpanse digunakan sebagai vektor dalam vaksin AstraZeneca dan tidak berbahaya bagi manusia. Vektor virus ini tidak terkait dengan virus penyebab cacar monyet,” ujar Dr. Szanyi.
“Tidak ada alasan yang masuk akal mengapa vaksin AstraZeneca dikaitkan dengan cacar monyet,” tambahnya.
Profesor Catherine Bennett, ketua epidemiologi di Deakin University, sependapat dengan pernyataan Dr. Szanyi. Ia menyatakan kepada RMIT FactLab bahwa cacar monyet tidak terkait dengan adenovirus, karena virus tersebut berasal dari keluarga virus yang berbeda yang dikenal sebagai keluarga variola – virus yang sama yang menyebabkan cacar.
Ia juga menjelaskan bahwa adenovirus simpanse dimodifikasi secara genetik sebelum digunakan dalam vaksinasi agar “tidak berbahaya” bagi manusia.
Para ahli juga menekankan bahwa simpanse bukanlah monyet, tetapi termasuk dalam kelompok kera besar.
Dengan demikian, klaim narasi dalam unggahan tersebut masuk dalam kategori konten yang menyesatkan.
REFERENSI:
Leave a Reply