WHO tidak memerintahkan negara manapun untuk mempersiapkan lockdown dan tidak memiliki wewenang untuk melakukannya.
Klaim cuplikan artikel tersebut berasal dari sebuah situs web yang secara rutin mempublikasikan informasi yang salah.
Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.
==========
Kategori: Konten yang menyesatkan
Beredar sebuah postingan di Facebook dari akun bernama Jefri Papahnya Aqiela, yang menyebutkan bahwa Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization, WHO) meminta pemerintah untuk bersiap hadapi mega lockdown akibat wabah cacar monyet yang mematikan.
Dalam unggahan tersebut disertakan cuplikan layar dari sebuah cuitan di X, yang digunakan untuk mendukung narasi akan terjadinya pembatasan sosial total dalam skala besar akibat wabah Mpox.
NARASI:
Tuh baca sendiri, bukan mega thrust yang akan terjadi yang akan menghancurkan dan memporak porandakan, tapi “MEGA LOCKDOWN”,
MEGA THRUST yang masih potensi kalian udah pada panik seolah olah negeri ini akan terpecah dan terbelah saja , sedangkan MEGATRON melalui anak kesayangan nya 10 tahun menjabat sudah menghancurkan dan memporak-poranda kan pecah belah sana sini saya lihat kalian santai santai saja tuh, tenang tenang saja sambil berorasi “hidup bapaknya samsul… Hidup bapaknya samsul”,
Sumber: Facebook
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid0iHjqPk57mG62bdPwgjBhJ21SKr2yLitKiht5zECfGwyspCRNf142NjCgHj8WbmZ3l&id=100095282747900
- https://thepeoplesvoice.tv/who-orders-govts-to-prepare-for-mega-lockdowns-due-to-deadly-monkeypox-strain
- https://twitter.com/AlertChannel/status/1824323953646530814
Arsip:
- https://ghostarchive.org/archive/z02RE
- https://ghostarchive.org/archive/L6KUr
- https://archive.ph/EXZSF
==========
PENJELASAN:
Berdasarkan hasil penelusuran, cuplikan artikel dalam unggahan tersebut berasal dari situs dengan reputasi buruk sebagai penyebar disinformasi.
Dalam situs resminya, WHO memang telah menetapkan keadaan darurat terkait wabah Mpox pada Agustus 2024 setelah terjadi peningkatan kasus dan kematian di beberapa negara Afrika.
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menekankan pentingnya koordinasi internasional untuk menghentikan penyebaran wabah dan mempercepat akses vaksin.
Namun, tidak ada pernyataan dari WHO yang meminta negara-negara untuk melakukan persiapan menghadapi mega lockdown akibat Mpox.
Dalam keterangannya di USA Today, Juru Bicara WHO, Tarik Jasarevic, mengatakan bahwa WHO tidak memerintahkan negara mana pun untuk mempersiapkan lockdown dan tidak memiliki wewenang untuk melakukannya.
Klaim tersebut berasal dari sebuah situs web yang secara rutin mempublikasikan informasi yang salah.
Lebih lanjut, tim cek fakta Tirto.id mencari artikel mengenai mega lockdown di situs The People’s Voice yang tertera pada cuplikan layar, ditemukan bahwa artikel tersebut memiliki judul, tanggal publikasi, dan penulis yang sama tanpa ada modifikasi konten.
Faktanya, situs The People’s Voice dikenal memiliki reputasi buruk sebagai penyebar disinformasi. Menurut Conspiracy Watch, situs ini sebelumnya dikenal sebagai NewsPunch dan YourNewsWire serta dianggap sebagai situs disinformasi pro-Kremlin.
Selain itu, Poynter, lembaga non-profit yang fokus pada mis/disinformasi, menyebut situs ini sebagai salah satu penerbit berita palsu paling populer di dunia.
Dengan demikian, klaim narasi dalam unggahan tersebut masuk dalam kategori konten yang menyesatkan.
REFERENSI:
- https://tirto.id/hoaks-who-meminta-persiapan-mega-lockdown-akibat-mpox-g3au
- https://www.who.int/news/item/14-08-2024-who-director-general-declares-mpox-outbreak-a-public-health-emergency-of-international-concern
- https://www.conspiracywatch.info/en/brieffing_notes/the-peoples-voice/
- https://www.poynter.org/fact-checking/2018/fact-checkers-have-debunked-this-fake-news-site-80-times-its-still-publishing-on-facebook/
- https://www.usatoday.com/story/news/factcheck/2024/08/19/who-mpox-lockdown-order-fact-check/74832423007
Leave a Reply