[SALAH] Fenomena Ikan Berloncatan ke Pantai sebagai Pertanda Gempa dan Tsunami

Para ahli perikanan dan seismologi telah memberikan penjelasan ilmiah mengenai fenomena ini. Mereka menyatakan bahwa kemunculan ikan dalam jumlah besar di dekat pantai merupakan peristiwa alam yang biasa terjadi dan tidak selalu terkait dengan bencana alam.

Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.

==========

Kategori: Konten yang menyesatkan

Beredar sebuah video di Threads dari akun bernama @indahwatinersia, yang memperlihatkan puluhan orang menangkap ribuan ikan yang melompat ke pesisir pantai. Peristiwa tersebut diklaim terjadi di Indonesia.

Di samping itu, disertai narasi yang mengaitkan fenomena tersebut dengan pertanda akan terjadi gempa dan tsunami.

NARASI:

Pertanda apa nih bbrp pantai selatan indo, ikan pada berloncatan kedarat?

Apakah akan gempa atau tsunami?

Sumber: Threads

https://www.threads.net/@indahwatinersia/post/C_hPknIizPr

https://archive.ph/DuxcW Arsip

==========

PENJELASAN:

Berdasarkan hasil penelusuran, video tersebut bukanlah terjadi di Indonesia, melainkan di Pantai Barangay Tinoto, Maasim, Provinsi Sarangani, Pulau Mindanao, Filipina. Peristiwa tersebut terjadi pada 7 Januari 2024 dan telah diberitakan oleh media lokal Filipina, Sun Star Davao, pada 10 Januari 2024.

Dalam berita tersebut, fenomena kemunculan ikan-ikan yang disebut sebagai sarden muda (lupoy) itu sama sekali tidak berkaitan dengan gempa bumi atau tsunami. Fenomena ini lebih terkait dengan kondisi lingkungan dan alam setempat.

Zenaida A. Dangkalan, seorang pejabat perikanan dari Provinsi Sarangani, memberikan tiga kemungkinan penyebab kemunculan ikan-ikan tersebut di pantai. Pertama, hal ini mungkin terjadi karena musim migrasi lupoy, yang memang sedang berlangsung. Kedua, ikan-ikan tersebut bisa jadi sedang dikejar oleh predator yang lebih besar sehingga terpaksa mendekat ke pantai. Terakhir, kemungkinan ikan-ikan ini tertarik pada cahaya dari resor-resor di sepanjang pantai.

Penjelasan ini sangat penting untuk menghapus mitos yang mengaitkan fenomena alam tersebut dengan bencana alam seperti gempa atau tsunami. Seperti yang disampaikan oleh Eduardo Lauron, seorang peneliti dari Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina (Phivolcs), masyarakat perlu mengandalkan informasi ilmiah dan tidak terpancing oleh spekulasi yang menyesatkan. Fenomena perilaku hewan memang dapat menunjukkan sensitivitas terhadap perubahan lingkungan, namun hal tersebut tidak berarti selalu menjadi pertanda bencana besar.

Fenomena serupa juga pernah terjadi di pesisir pantai selatan Kabupaten Tasikmalaya, Indonesia, yang juga sempat dikaitkan dengan isu akan terjadinya gempa bumi. Namun, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya, Nuraididin, dengan tegas menyatakan bahwa kejadian tersebut merupakan siklus rutin yang terjadi setiap tahun selama musim kemarau. Fenomena ini disebabkan oleh arus dingin di bawah laut yang membuat ikan mendekati pantai untuk mencari arus air yang lebih hangat.

Meskipun fenomena tersebut terlihat tidak biasa bagi sebagian masyarakat, penting untuk dipahami bahwa hal ini bukanlah pertanda akan terjadi bencana besar seperti gempa atau tsunami. Namun, masyarakat tetap diimbau untuk selalu waspada dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum diverifikasi serta selalu merujuk pada sumber-sumber yang kredibel, seperti lembaga ilmiah atau otoritas terkait. Fenomena alam memiliki penjelasan yang logis dan ilmiah, dan bukan selalu pertanda dari bencana yang akan datang.

Dengan demikian, klaim narasi dalam unggahan tersebut masuk dalam kategori konten yang menyesatkan

REFERENSI:

https://cekfakta.tempo.co/fakta/3114/keliru-video-berisi-klaim-ikan-berloncatan-tanda-tsunami-dan-gempa

https://www.detik.com/jabar/berita/d-7520598/ikan-naik-ke-darat-di-tasikmalaya-dikaitkan-bencana-ini-kata-bpbd

https://www.sunstar.com.ph/davao/rely-on-science-amid-fish-phenomenon-earthquake


Posted

in

by

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *