Hasil pemeriksaan menggunakan layanan pendeteksi AI Hive Moderation, menunjukkan video Benny Rhamdani memiliki probabilitas 96 persen dihasilkan oleh kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Di samping itu, akun resmi Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) di X juga telah merilis pernyataan resmi untuk membantah klaim tersebut.
Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.
==========
Kategori: Konten yang dimanipulasi
Beredar sebuah video di grup Facebook Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia BP2MI, yang menampilkan Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani, yang diklaim mengatakan berjanji akan memberikan bantuan tunai sebesar Rp1,5 miliar kepada 20 Pekerja Migran Indonesia (PMI) dikarenakan merekalah penyumbang devisa terbesar negara.
NARASI:
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh bersama dengan ini kami , memberikan bantuan kepada pekerja migran sebagai bentuk apresiasi pemerintah terhadap penyumbang devisa terbanyak untuk negara. Yaitu dengan memberikan bantuan uang tunai senilai 50 juta Rupiah untuk 20 pekerja migran. Terima kasih
Sumber: Facebook
https://www.facebook.com/61565537902863/posts/529199832956341
https://archive.ph/lL67Z Arsip
==========
PENJELASAN:
Berdasarkan hasil penelusuran, Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani, telah merilis pernyataan resmi untuk membantah klaim tersebut melalui akun X resminya pada 5 September 2024.
Tim cek fakta Cyberity lalu mengecek video pernyataan Benny yang diklaim berjanji akan memberikan bantuan tunai sebesar Rp 1,5 miliar kepada 20 pekerja migran Indonesia. Hasil pemeriksaan menggunakan layanan pendeteksi AI Hive Moderation, menunjukkan video Benny Rhamdani memiliki probabilitas 96 persen dihasilkan oleh kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Video yang beredar tersebut telah dimanipulasi secara digital menggunakan teknologi AI, sehingga seolah-olah menampilkan Benny Rhamdani memberikan janji yang sebenarnya tidak pernah ia sampaikan. Pihak BP2MI dengan tegas mengklarifikasi bahwa video tersebut adalah hoaks. Untuk meluruskan kesalahpahaman yang muncul, BP2MI telah merilis kembali video asli dari pernyataan Benny Rhamdani, yang jauh berbeda dengan versi rekayasa yang beredar di publik.
Dalam upaya mendidik masyarakat, BP2MI mengunggah kedua video versi asli dan versi rekayasa sebagai pembanding. Dari sana, terlihat jelas bahwa substansi yang disampaikan oleh Benny dalam video asli tidak pernah menyebutkan adanya bantuan tunai sebesar Rp1,5 miliar untuk 20 pekerja migran. Video asli berisi pesan yang sepenuhnya berbeda, dan hal ini menjadi bukti kuat bahwa manipulasi telah dilakukan.
Penyebaran informasi palsu ini tidak hanya menyesatkan publik, tetapi juga merugikan BP2MI sebagai institusi yang bertugas melindungi hak-hak pekerja migran Indonesia. Klaim-klaim yang tidak berdasar seperti ini berpotensi menciptakan polemik di kemudian hari, terutama jika masyarakat tidak mendapatkan klarifikasi yang benar. Di samping itu, hoaks seperti ini bisa menciptakan harapan palsu di kalangan pekerja migran, yang mungkin tergoda oleh janji-janji tidak realistis.
Masyarakat, terutama pekerja migran, diimbau untuk selalu berhati-hati dalam menerima informasi yang beredar di media sosial atau sumber-sumber lain yang tidak jelas. Selalu pastikan bahwa informasi terkait BP2MI berasal dari saluran resmi, baik melalui situs web BP2MI maupun akun media sosial resmi mereka.
Hoaks yang beredar dengan menggunakan teknologi canggih seperti AI semakin memperlihatkan pentingnya literasi digital di kalangan masyarakat. Kecepatan teknologi di era digital ini membuat kita harus semakin bijak dalam memfilter informasi, memastikan bahwa apa yang kita terima dan sebarkan sudah benar dan dapat dipertanggungjawabkan.
Dengan demikian, klaim narasi dalam video tersebut masuk dalam kategori konten yang dimanipulasi.
REFERENSI:
https://www.instagram.com/p/C_fizE3S7y_
Leave a Reply