[SALAH] Moderna Mengakui Vaksin Covid-19 Buatan Mereka Menyebabkan Kanker

Klaim tersebut berakar pada kesalahpahaman antara vaksin DNA yang masih dalam tahap eksperimental dengan vaksin mRNA yang digunakan secara luas untuk melawan Covid-19.

Fakta ilmiah yang ada saat ini menunjukkan bahwa vaksin mRNA tidak menyebabkan kanker, dan telah diverifikasi oleh lembaga kesehatan terkemuka seperti FDA.

Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.

==========

Kategori: Konten yang menyesatkan

Beredar sebuah postingan di Facebook dari akun bernama Ananda Nurani, mengeklaim perusahaan farmasi Moderna telah mengakui bahwa vaksin Covid-19 buatan mereka yang menggunakan teknologi mRNA menyebabkan kanker karena mengandung sisa DNA.

Dalam narasinya, disertai tautan artikel berjudul “Moderna confirms mRNA COVID Vaccines cause Cancer” yang dimuat di situs expose-news.com.

NARASI:

“Kebenaran akan mencari Jalan nya sendiri”

Moderna telah mengakui vaksin COVID mRNA-nya menyebabkan KANKER setelah miliaran fragmen DNA ditemukan dalam botol suntikan berbahaya tersebut.

Sumber: Facebook

https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid07xdSoQY8XJBmGQuoVi1k1FK4vFus4YtVzzUy38qy8izm78CRJHR6Hkp9BFRzRP32l&id=100079027307514

Arsip:

https://archive.ph/h0uMC

https://archive.ph/doFBG

==========

PENJELASAN:

Berdasarkan hasil penelusuran, klaim bahwa vaksin Covid-19 buatan Moderna dapat menyebabkan kanker didasarkan pada interpretasi yang salah terhadap diskusi yang melibatkan Robert Malone dan anggota Kongres Amerika Serikat, Marjorie Taylor Greene, pada 13 November 2023.

Dalam diskusi tersebut, Malone merujuk pada sebuah bagian dalam permohonan paten Moderna yang diterbitkan pada tahun 2019. Ia keliru dalam menafsirkan isi paten tersebut. Permohonan paten itu membahas vaksin DNA, bukan vaksin mRNA yang digunakan dalam vaksin Covid-19 Moderna.

Vaksin mRNA bekerja dengan memberikan instruksi kepada sel tubuh untuk menghasilkan protein virus yang aman, sehingga tubuh bisa mengenali dan melawan virus asli jika terinfeksi. Sementara itu, vaksin DNA bekerja dengan memasukkan materi genetik virus langsung ke dalam sel tubuh.

Menurut laporan dari PolitiFact dan FactCheck.org, Robert Malone, yang sering menyebarkan klaim palsu tentang vaksin, mengacu pada bagian dari aplikasi paten Moderna terkait vaksin RNA. Namun, bagian yang disoroti oleh Malone justru membahas vaksin DNA, yang pada saat itu masih dalam tahap eksperimental. Vaksin DNA berbeda dengan vaksin mRNA yang digunakan oleh Moderna untuk Covid-19.

Dalam permohonan paten tersebut, Moderna mencantumkan potensi risiko teoretis yang terkait dengan vaksin DNA, termasuk kemungkinan mutagenesis sisipan. Ini adalah proses di mana materi genetik baru dapat mengganggu gen yang ada, berpotensi menyebabkan aktivasi onkogen atau menghambat gen penekan tumor, yang berhubungan dengan risiko kanker. Namun, kekhawatiran ini hanya berlaku untuk vaksin DNA, bukan vaksin mRNA.

Vaksin Covid-19 Moderna menggunakan teknologi mRNA, bukan DNA. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menegaskan bahwa vaksin mRNA tidak mengandung sisa DNA yang dapat menyebabkan kanker. Meski ada kekhawatiran teoritis di masa lalu, FDA menekankan bahwa tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim bahwa vaksin mRNA menyebabkan kanker atau mengubah kode genetik manusia.

FDA juga menyebutkan bahwa jumlah kecil dari sisa DNA yang mungkin ada dalam vaksin mRNA tidak menimbulkan risiko kesehatan. Hal ini didasarkan pada penelitian ilmiah yang telah dilakukan selama pengembangan dan pengujian vaksin. Dengan kata lain, vaksin mRNA, seperti yang digunakan Moderna, telah terbukti aman dan efektif dalam melawan Covid-19.

Dengan demikian, klaim narasi dalam unggahan tersebut masuk dalam kategori konten yang menyesatkan.

REFERENSI:

https://www.kompas.com/cekfakta/read/2024/09/11/100100182/-hoaks-moderna-mengakui-vaksin-covid-19-menyebabkan-kanker

https://www.politifact.com/article/2022/jan/06/who-robert-malone-joe-rogans-guest-was-vaccine-sci


Posted

in

by

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *