Dinkes Kota Ambon memastikan bahwa klaim informasi mengenai pasien Mpox adalah tidak benar. RS Siloam Ambon juga menyatakan bahwa tidak ada pasien Mpox yang dirawat di instansinya.
Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.
==========
Kategori: Konten yang menyesatkan
Beredar sebuah postingan di Facebook dari akun bernama @atikha.darman.1, yang menyatakan bahwa seorang pasien dengan dugaan cacar monyet telah dirawat di Rumah Sakit Siloam di kota Ambon.
Dalam unggahan tersebut, disertakan juga foto seorang pria dengan gejala mirip Mpox.
NARASI:
Pasien Cacar Monyet sudah ada di Kota Ambon, saat ini dirawat di Siloam. Jadi semua jaga kesehatan tamang¹ Usahakan selalu bawa Antis dan cuci tangan sebelum dan sesudah menyentuh pasien🙏🙏🙏
#fyp
#reels
#sorotan
#pengikutsemuaorang
#fbpro
Sumber: Facebook
https://archive.ph/q8feO Arsip
==========
PENJELASAN:
Berdasarkan hasil penelusuran, klaim bahwa seorang pasien dengan dugaan cacar monyet telah dirawat di Rumah Sakit (RS) Siloam Ambon telah dibantah oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, Wendy Pelupessy, yang menegaskan bahwa kabar tersebut adalah berita hoaks.
Informasi foto serupa juga pernah beredar sebelumnya, yang diklaim merupakan PJ Bupati Brebes terkena Mpox.
Pelupessy, saat dikonfirmasi pada Selasa (10/9/24) di Balai Rakyat DPRD Belakang Soya, menyatakan dengan tegas bahwa tidak ada pasien cacar monyet yang dirawat di rumah sakit swasta di kota Ambon.
“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak rumah sakit dan Direktur Rumah Sakit tersebut telah mengklarifikasi bahwa tidak ada pasien dengan penyakit monkeypox yang dirawat di sana. Untuk kasus cacar monyet di Kota Ambon belum ada, sehingga masyarakat tidak perlu panik dan terpengaruh oleh informasi yang tidak benar,” jelasnya, mengutip dari situs resmi Pemkot Ambon.
Menurut Pelupessy, pasien yang dikabarkan sebagai penderita cacar monyet sebenarnya berasal dari Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) dan sedang menjalani pemeriksaan di kota Ambon karena mengalami gejala penyakit kulit. Namun, tidak ada bukti bahwa pasien tersebut terinfeksi monkeypox. Ia juga menekankan bahwa diagnosis cacar monyet hanya bisa dipastikan melalui pemeriksaan laboratorium khusus.
Cacar monyet adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengan gejala yang menyerupai cacar air, seperti munculnya bintik-bintik berisi cairan pada kulit. Meskipun gejala awal dapat mirip dengan cacar air, pelacakannya harus dilakukan secara hati-hati melalui uji laboratorium.
Penyakit ini tidak ditularkan melalui udara, seperti flu atau COVID-19, melainkan melalui kontak langsung dengan percikan air liur, kontak kulit dengan kulit yang terinfeksi, atau hubungan seksual. Tingkat kematian akibat cacar monyet juga sangat rendah. Pelupessy menegaskan bahwa meski belum ada pengobatan spesifik untuk virus ini, pasien dengan daya tahan tubuh yang kuat umumnya dapat sembuh sendiri.
Untuk menghindari kekhawatiran yang tidak perlu, masyarakat diminta untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya. Tetaplah menjaga kebersihan, pola hidup sehat, dan kebugaran tubuh agar sistem imun tetap kuat. Pelupessy juga mengingatkan warga Kota Ambon untuk tetap menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan makan makanan bergizi, berolahraga secara teratur, dan cukup istirahat.
Berdasarkan laporan perkembangan situasi penyakit infeksi emerging, periode 1-7 September 2024, tidak terdapat penambahan kasus konfirmasi Mpox di Indonesia pada minggu ke-36.
Dengan demikian, klaim narasi dalam unggahan tersebut masuk dalam kategori konten yang menyesatkan.
REFERENSI:
https://ambon.go.id/heboh-pasien-monkeypox-di-ambon-kadis-kesehatan-berita-hoax
https://infeksiemerging.kemkes.go.id/penyakit-virus/frequently-asked-questions-faq-mpox
Leave a Reply