Hasil pemeriksaan menggunakan DeepFake-O-Meter, RawNet3 (2023) Detector, layanan pendeteksi deepfake, menunjukkan bahwa suara Djoko Susanto, pendiri Alfamart, memiliki probabilitas 99 persen dihasilkan oleh kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Padahal, dalam video aslinya, Djoko Susanto hanya berkisah tentang perjalanan berdirinya minimarket Alfamart.
Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.
==========
Kategori: Konten tiruan
Beredar sebuah video di TikTok dari akun bernama @sjokosusantoo, yang menampilkan Djoko Susanto, pendiri Alfamart, membagikan uang Rp 20 juta tanpa diundi hanya dengan follow dan membagikan kontennya.
Dalam video, Djoko menyebutkan, uang tersebut dibagikan dalam rangka mengucap rasa syukur untuk akun pertama media sosial yang ia buat. Ia juga berharap agar uang tersebut tidak gunakan untuk foya-foya.
NARASI:
Assalamu’alaikum semua, saya Joko Susanto, pemilik Alfamart. Kata orang saya adalah orang terkaya di Indonesia. Amin ya, dalam mengucap rasa syukur saya di akun pertama ini yang saya buat. Siapa saja yang sudah follow dan share akan menerima Rp20 juta. Asal uangnya jangan untuk foya-foya ya. Terima kasih.
Sumber: TikTok
https://archive.ph/GISrr Arsip
==========
PENJELASAN:
Berdasarkan hasil penelusuran, video tersebut merupakan hasil rekayasa digital menggunakan teknologi kecerdasan buatan generatif atau deepfake. Faktanya, Djoko Susanto dalam video aslinya tidak membagikan uang tersebut.
Alfamart melalui akun Instagram resminya telah memberikan klarifikasi bahwa segala bentuk program promo, hadiah, maupun kuis yang diadakan oleh Alfamart selalu diumumkan melalui media sosial resmi Alfamart atau situs web resmi perusahaan di Alfamart.co.id. Lebih lanjut, pihak Alfamart telah menegaskan bahwa Djoko Susanto tidak memiliki atau menggunakan akun media sosial apapun.
Untuk memperkuat verifikasi, tim cek fakta Cyberity menganalisis video tersebut dengan menggunakan DeepFake-O-Meter, RawNet3 (2023) Detector, layanan pendeteksi deepfake. Hasil analisis menunjukkan bahwa suara yang digunakan dalam video tersebut kemungkinan besar dihasilkan menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dengan tingkat akurasi mencapai 99%. Hal ini mengonfirmasi bahwa video tersebut menggunakan teknologi kecerdasan buatan untuk memalsukan suara Djoko Susanto.
Kemudian, tim cek fakta lanjut menelusuri sumber video yang dibagikan dengan terlebih dahulu memfragmentasi menjadi gambar dengan menggunakan tools InVID, lalu memeriksa gambar dengan Google Lens. Hasilnya video tersebut identik dengan klip Djoko Susanto yang bercerita tentang sepak terjangnya membesarkan bisnis Alfamart. Klip aslinya diunggah akun resmi Narasi di Facebook pada 3 Januari 2019. Dan video utuhnya bisa disimak di akun Youtube resmi Narasi.
Dengan demikian, klaim narasi dalam video tersebut masuk dalam kategori konten tiruan.
REFERENSI:
https://www.instagram.com/p/C__BfeQSvht
https://www.facebook.com/narasi.tv/videos/243494013199111
Leave a Reply