[SALAH] Wabah Mpox sebagai Agenda Depopulasi Global

Para ahli epidemiologi telah menjelaskan bahwa potensi Mpox untuk menjadi pandemi global sangat kecil, terutama karena cara penularannya yang memerlukan kontak langsung dan gejala yang terlihat jelas pada orang yang terinfeksi. 

Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.

==========

Kategori: Konten yang menyesatkan

Beredar sebuah postingan di Instagram dari akun bernama @k0nsp1r4s1.gl0b4l, berupa kolase video dengan narasi bahwa virus Mpox (cacar monyet) akan menjadi pandemi global selanjutnya dan merupakan bagian dari agenda tersembunyi yang digunakan sebagai alat untuk mengurangi populasi dunia.

NARASI:

Tetap WASPADA apapun Bentuk Serangan Bioligical Weapon.. kawal kebijakan pemerintah,. kawal Menkes jangan sampai kelolosan lagi warga konoha dijadikan kelinci percobaan utk di fucksin yg berujung pada Kematian. ingat zaman COVID-19. tujuan elite global MEMBUNUH Manusia, Mengurangi jumlah populasi manusia (DEPOPULATION AGENDA) Bersembunyi dibalik Badan Kesehatan Dunia(WHO) sejatinya “PEMBUNUH BERDARAH DINGIN.” Tipu Daya Setan itu Nyata.. Banyak orang2 Awam BUTA Sama sekali akan hal ini dan menjadi korban kejahatan dunia kesehatan ulah kaum Dajjal NWO 😢😢😢

Sumber: Instagram

https://ghostarchive.org/iarchive/instagram/k0nsp1r4s1.gl0b4l/3451722610625685572 Arsip

==========

PENJELASAN:

Berdasarkan hasil penelusuran, klaim bahwa Mpox adalah bagian dari agenda global untuk mengurangi populasi dunia atau depopulasi sama sekali tidak berdasar. Virus ini memiliki tingkat penularan yang jauh lebih rendah dibandingkan Covid-19, dan metode penyebarannya memerlukan kontak langsung dengan orang yang terinfeksi, berbeda dengan penyebaran SARS-CoV-2 yang lebih cepat melalui udara. Selain itu, penyebaran Mpox dapat dengan mudah dikendalikan melalui intervensi kesehatan yang tepat, seperti isolasi dan perawatan terhadap pasien bergejala.

Mpox, yang disebabkan oleh virus orthopox, memang menimbulkan kekhawatiran. Pada 14 Agustus 2024, WHO menetapkan penyakit ini sebagai keadaan darurat kesehatan global. Namun, penting untuk dicatat bahwa potensi Mpox untuk menjadi pandemi global tidaklah sama dengan Covid-19. 

Menurut dua ahli epidemiologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Michigan, Joseph Eisenberg dan Andrew Brouwer, ada beberapa faktor penting yang membedakan Mpox dari Covid-19 dan meminimalisir risiko penyebaran luas.

Salah satu elemen kunci yang menjelaskan mengapa Mpox tidak memiliki potensi menyebar seperti Covid-19 adalah cara penularannya. Berbeda dengan SARS-CoV-2 (virus penyebab Covid-19), yang dapat menyebar melalui aerosol dan bertahan di udara selama berjam-jam atau bahkan berhari-hari, virus Mpox memerlukan kontak dekat untuk dapat menular. Penularan melalui udara hanya bisa terjadi jika terjadi kontak sangat dekat dengan orang yang terinfeksi, dan virus ini juga memerlukan dosis yang jauh lebih tinggi untuk bisa menginfeksi manusia.

Selain itu, hanya orang yang menunjukkan gejala, seperti ruam dan lesi, yang dapat menularkan virus ke orang lain. Ini berbeda dengan Covid-19, di mana orang tanpa gejala tetap bisa menyebarkan virus. Hal ini tentu saja membuat kontrol penyebaran Mpox jauh lebih mudah, karena kasusnya bisa lebih mudah diidentifikasi dan diisolasi.

Oleh karena itu, dugaan bahwa ada agenda depopulasi di balik penyebaran Mpox bertentangan dengan fakta ilmiah tentang bagaimana virus ini bekerja. Eisenberg dan Brouwer juga menekankan bahwa kapasitas virus ini untuk menimbulkan wabah besar sangat terbatas karena sifat penularannya.

Dengan demikian, klaim narasi dalam unggahan tersebut masuk dalam kategori konten yang menyesatkan.

REFERENSI:

https://cekfakta.tempo.co/fakta/3123/keliru-lebam-mata-kiri-paus-fransiskus-yang-diklaim-akibat-ritual-satanic-terkait-munculnya-cacar-monyet

https://sph.umich.edu/news/2022posts/monkeypox-it-may-be-the-next-pandemic-but-its-different-than-covid.html

https://infeksiemerging.kemkes.go.id/penyakit-virus/frequently-asked-questions-faq-mpox


Posted

in

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *