[SALAH] Kasus Mpox di RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado

Pihak rumah sakit telah melakukan pemeriksaan yang komprehensif dan memastikan bahwa tidak ada kasus Mpox di rumah sakit tersebut.

Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.

==========

Kategori: Konten yang menyesatkan

Beredar sebuah postingan di Facebook dari akun bernama @vj.wongkar, yang menyatakan bahwa Mpox telah masuk ke Manado karena ditemukan adanya pasien Mpox (cacar monyet) yang sedang dirawat di RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado.

Oleh sebab itu, masyarakat diminta untuk tidak sembarangan membeli makanan dari luar serta diimbau untuk menggunakan masker saat melakukan aktivitas di luar ruangan.

NARASI:

So di Manado dia gaiss…… Please pake masker, jgn sembarangan bli2 makanan masak dari luar nee

samua

Meneruskan !!!

Selamat malam semua

Izin menginfokan, jadi ada kabar katanya di RS Kandou so ditemukan kasus penyakit MPox. Oleh karena itu, mulai besok teman2 diharapkan *menggunakan masker* dalam melakukan aktivitas di luar, baik kuliah maupun yg lain.

Atas perhatian, diucapkan terima kasih

#JanganLupaBerdoa

#JanganLupaPakaiMasker

Sumber: Facebook

https://www.facebook.com/vj.wongkar/posts/pfbid05j7Q1s6dYqDHkH7w3BrCufD7GKLHvFxkQGJW56RwH2vedJuybXi9z98St5e7Sueil

https://archive.ph/SLTqc Arsip

==========

PENJELASAN:

Berdasarkan hasil penelusuran, klaim mengenai adanya pasien Mpox (cacar monyet) yang sedang dirawat di RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado, dinyatakan tidak benar alias hoaks. Hal ini secara tegas disampaikan oleh dr. Wiyono, Manajer Tim Kerja Pelayanan Medik dalam situs resmi rumah sakit tersebut pada Kamis, 12 September 2024.

Foto serupa juga pernah beredar sebelumnya dengan narasi yang berbeda, antara lain, klaim bahwa PJ Bupati Brebes terkena Mpox dan terdapat pasien Mpox yang dirawat di rumah sakit Siloam Ambon.

Berita yang beredar menyebutkan bahwa RSUP Kandou tengah merawat seorang pasien terduga Mpox, memicu keresahan di masyarakat. Namun, dr. Wiyono menjelaskan bahwa informasi tersebut sepenuhnya tidak sesuai dengan fakta.

Memang benar bahwa rumah sakit tersebut saat ini merawat seorang pasien perempuan berusia 61 tahun yang masuk dengan keluhan kelainan kulit. Namun, hasil pemeriksaan mendalam dan kolaborasi dari berbagai disiplin medis menyimpulkan bahwa pasien tersebut bukan menderita Mpox, melainkan herpes, yang dikenal secara awam dengan sebutan “muntah ular.”

Dalam rangka menjaga kewaspadaan, tim medis RSUP Kandou tetap menjalankan prosedur sesuai standar penanganan Mpox. Prosedur tersebut mencakup serangkaian tes laboratorium dan pengambilan sampel dari tenggorokan, nasofaring, lesi kulit, serta anus. Namun, hasil akhir dari pemeriksaan ini tidak menunjukkan adanya kasus Mpox pada pasien tersebut.

Dr. Wiyono, didampingi oleh Asisten Manajer Tim Kerja Pelayanan Medik, dr. Christi Natalia Allow, dan Asisten Manajer Tim Kerja Hukum dan Humas, Novita, S.H., dengan tegas menyatakan bahwa hingga saat ini tidak ada pasien Mpox yang dirawat di RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado. Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih cermat dalam menerima informasi, serta mengutamakan verifikasi dari pihak berwenang sebelum menyebarkannya.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya dan tidak turut menyebarkan informasi yang belum terbukti kebenarannya, karena dapat menimbulkan kepanikan yang tidak perlu,” tambah dr. Wiyono.

Pihak RSUP Kandou juga mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang, waspada, dan mematuhi protokol kesehatan yang berlaku, guna mencegah penyebaran penyakit menular. Menjaga ketenangan dan kehati-hatian dalam menyikapi informasi merupakan langkah penting untuk memastikan situasi kesehatan tetap terkendali di tengah-tengah masyarakat.

Sebagai penutup, dr. Wiyono mengajak semua pihak untuk selalu mengandalkan sumber informasi yang kredibel dan resmi, khususnya terkait isu kesehatan, agar tidak terjebak dalam arus informasi hoaks yang meresahkan.

Dengan demikian, klaim narasi dalam unggahan tersebut masuk dalam kategori konten yang menyesatkan.

REFERENSI:

https://www.rsupkandou.com/basic/read/15232/Hoaks-Kasus-Mpoks-di-RS-Kandou-Dibantah-Pihak-Rumah-Sakit


Posted

in

by

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *