[SALAH] Virus Mpox Mewabah di Nias

DKP2KB Kabupaten Nias telah mengklarifikasi bahwa tidak ada kasus Mpox yang terkonfirmasi di wilayah tersebut. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap hoaks dan memastikan validitas informasi yang diterima.

Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.

==========

Kategori: Konten yang menyesatkan

Beredar sebuah postingan di Facebook dari akun bernama Niat Laoly, yang mengeklaim bahwa virus monkeypox (cacar monyet) telah menyebar di Nias dan terdapat 78 kasus di rumah sakit setempat. Kemudian, narasi tersebut memberikan beberapa saran pencegahan yang umumnya berkaitan dengan menjaga kebersihan dan kesehatan tubuh.

NARASI:

Tolong di share ke group yg lain, kasitau ke semua kluarga dan teman spy ber’hati2 dan jaga kesehatan !!

Virus Monyet sdh sampai di Nias, sdh ada 78 kasus di rumah sakit. Mulai skrg pergunakan lg masker kalo ke tempat keramaian apalagi klo menjenguk pasien yg sakit di rumah sakit. Jaga sebaik mungkin imun tubuh, kurangi bergadang sehingga tidur yg cukup, habis megang uang langsung cuci tangan dg sabun, dan habis dari tempat keramaian langsung mandi, bajunya jgn dipakai lg, taroh / rendam ke tempat cucian utk menghindari virus yg menempel di pakaian tidak menular ke kita.  Selamat malam, Ya’ahowu  !! 🙏🙏

Sumber: Facebook

https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid02HTvex5DVaEAJKJtJpbtuFevfAbcYofaaFE1rjcCrX6tXco5b7t2rVNZrzUVbtJEel&id=100081286640134

https://archive.ph/SRUE1 Arsip

==========

PENJELASAN:

Berdasarkan hasil penelusuran, narasi tersebut telah dibantah oleh Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DKP2KB) Kabupaten Nias. Kepala DKP2KB Nias, Rahmani O Zandroto, dengan tegas menyatakan bahwa tidak ada kasus Mpox di Kabupaten Nias.

“Kami sudah melakukan klarifikasi terkait berita tersebut melalui akun Facebook resmi Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Nias. Informasi yang beredar itu tidak benar,” ujar Rahmani, mengutip dari Kompas.com.

Melalui akun Facebook resminya, DKP2KB Nias juga menyatakan bahwa berita terkait penyebaran Mpox di Nias adalah hoaks. Dalam klarifikasinya, pihak DKP2KB Nias mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dan menjaga protokol kesehatan, meskipun tidak ada kasus Mpox di wilayah tersebut. “Namun demikian kita harus tetap waspada dan disarankan agar menerapkan protokol kesehatan serta Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS),” jelas DKP2KB dalam unggahannya.

Selain klaim palsu tentang penyebaran Mpox, foto dalam unggahan yang memperlihatkan pasien yang dinarasikan mengidap Mpox juga telah terbukti digunakan berulang kali dalam berbagai konten hoaks bertema serupa. Antara lain digunakan dalam hoaks mengenai seorang pejabat di Brebes yang dikabarkan mengidap Mpox, lalu klaim adanya kasus Mpox di rumah sakit Siloam Ambon dan RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado. Hal ini menunjukkan adanya pola penyebaran informasi palsu dengan menggunakan foto yang tidak relevan untuk menimbulkan kekhawatiran publik.

Dengan demikian, klaim narasi dalam unggahan tersebut masuk dalam kategori konten yang menyesatkan.

REFERENSI:

https://www.kompas.com/cekfakta/read/2024/09/19/164500182/hoaks-wabah-mpox-telah-menyebar-di-nias-pada-september-2024

https://www.facebook.com/dkp2kbnias/posts/pfbid0oCTrHd8ntf6aYEhz5Cm9hXAgWsfTJLmJ2Gh7Z91dqx9MRxAQrz9vPx9L35q8PTBZl


Posted

in

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *