Pihak keluarga H. Syamsuar telah dengan tegas membantah keterlibatan H. Syamsuar dalam transaksi tersebut dan menekankan bahwa pesan tersebut merupakan modus penipuan yang sering terjadi, terutama menjelang Pilkada.
Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.
==========
Kategori: Konten tiruan
Beredar sebuah pesan berantai WhatsApp dalam bentuk teks mengatasnamakan H. Syamsuar, calon Gubernur Riau nomor urut 3. Akun tersebut terlibat dalam sebuah transaksi jasa katering untuk kegiatan Dinas Pertanian Kota Pekanbaru pada tanggal 14 Oktober 2024, dengan pesanan sebanyak 250 nasi kotak seharga Rp32.500 per kotak.
NARASI:
Selamat siang
Apa benar ini dengan CV. Tri Jaya
Catering Pekanbaru
Perkenalkan saya H Syamsuar dari dinas
pertanian kota Pekanbaru
Sumber: WhatsApp
==========
PENJELASAN:
Berdasarkan hasil penelusuran, klaim dalam pesan tersebut telah dibantah langsung oleh pihak keluarga H. Syamsuar. Mereka dengan tegas menyatakan bahwa H. Syamsuar sama sekali tidak terlibat dalam permintaan jasa katering atau transaksi serupa. Pesan WhatsApp yang beredar itu merupakan bagian dari aksi penipuan yang memanfaatkan nama dan citra figur publik, terutama menjelang Pilkada Riau.
Dalam klarifikasinya, pihak keluarga H. Syamsuar mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan yang semakin marak, terutama di masa-masa menjelang Pilkada. Mereka juga menegaskan bahwa segala bentuk komunikasi yang melibatkan transaksi keuangan dan mengatasnamakan H. Syamsuar adalah penipuan.
“Kami sangat menyayangkan aksi penipuan ini dan berharap masyarakat lebih berhati-hati,” ujar perwakilan keluarga H. Syamsuar, mengutip dari Riauterkini.com.
Kasus ini bukan pertama kali terjadi, terutama dengan modus yang menggunakan aplikasi WhatsApp. Penipuan semacam ini kerap memanfaatkan foto profil publik figur atau calon pejabat untuk menciptakan kesan yang lebih meyakinkan bagi korban. Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya hanya berdasarkan tampilan foto profil atau nama yang digunakan dalam akun WhatsApp. Selain itu, segala permintaan yang melibatkan transaksi keuangan seharusnya dicek ulang kebenarannya dengan pihak terkait.
Sebagai langkah pencegahan, H. Syamsuar dan timnya meminta agar masyarakat Riau lebih waspada, mengingat situasi politik yang sedang memanas menjelang Pilkada. Penipu sering kali memanfaatkan momentum ini untuk menipu dengan berbagai skenario, termasuk mengatasnamakan tokoh politik.
Masyarakat disarankan untuk selalu memverifikasi informasi yang diterima, terutama jika melibatkan figur publik dan uang. Kejelian dalam menghadapi potensi penipuan dapat menghindarkan diri dari kerugian finansial dan mencegah dampak buruk lebih lanjut.
Dengan demikian, klaim narasi dalam pesan berantai Whatsapp tersebut masuk dalam kategori konten tiruan.
REFERENSI:
Leave a Reply