Video yang digunakan untuk mendukung klaim tersebut sebenarnya diambil dari unggahan di akun Instagram resmi Netanyahu pada 18 Januari 2021.
Video aslinya menyoroti sejarah Yahudi dan program vaksinasi Covid-19, tanpa ada konteks atau pernyataan yang merujuk pada pembunuhan umat Islam.
Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.
==========
Kategori: Konten yang menyesatkan
Beredar sebuah video di Facebook dari akun bernama Bekam Az-zahra, yang menampilkan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, diklaim berbicara tentang cara membunuh umat Islam dengan peluru, rudal, dan vaksin.
NARASI:
Alwaysssss baanned 😁😁herannnn deh
Sumber: Facebook
https://ghostarchive.org/archive/9XF66 Arsip
==========
PENJELASAN:
Berdasarkan hasil penelusuran, video tersebut sebenarnya diambil dari unggahan di akun Instagram resmi Netanyahu pada 18 Januari 2021. The Independent juga mengulas video ini dan menjelaskan konteksnya.
Dalam video tersebut, Netanyahu menunjukkan beberapa objek bersejarah dan simbolis, termasuk replika mata panah Romawi dari pertempuran di Yodfat. Pertarungan ini merupakan bagian dari sejarah Yahudi saat menghadapi serangan Romawi di benteng Yodfat, Gamla, dan kemudian Yerusalem.
Di samping itu, di dalam video tersebut, juga terlihat model rudal anti-balistik Arrow milik Israel. Rudal ini adalah bagian dari sistem pertahanan negara, dan tidak ada hubungannya dengan narasi yang menyebutkan soal pembunuhan umat Islam.
Bagian yang paling dipelintir dalam klaim ini adalah saat Netanyahu beralih ke etalase yang berisi jarum suntik. Jarum suntik tersebut digunakan untuk vaksinasi Covid-19, dan Netanyahu menunjukkan alat itu sebagai simbol dari vaksinasi yang ia terima pada gelombang pertama program vaksinasi Covid-19 di Israel. Israel memulai program vaksinasi pada 19 Desember 2020, dan Netanyahu menjadi salah satu orang pertama yang divaksin.
Sebagai bagian dari kampanye vaksinasi nasional, Netanyahu bahkan menyatakan dalam video tersebut, “Ini adalah jarum suntik yang memberi saya vaksin pertama dari jutaan vaksin yang kami bawa ke Israel. Kami akan menjadi negara pertama di dunia yang keluar dari krisis virus corona. Dengan keyakinan, segalanya mungkin terjadi,” melansir dari Kompas, yang menunjukkan bahwa fokus utama video itu adalah mengenai kampanye vaksinasi, bukan tentang senjata atau pembunuhan.
Dengan demikian, klaim narasi dalam unggahan tersebut masuk dalam kategori konten yang menyesatkan.
REFERENSI:
Leave a Reply