[SALAH] Kebakaran SPBU Pertamina Akibat Pembelian BBM dengan QR Code

Faktanya, kebakaran tersebut disebabkan oleh korsleting kendaraan yang sedang mengisi BBM, bukan karena penggunaan QR Code.

Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.

==========

Kategori: Konten yang salah

Sebuah akun Facebook dengan nama @bani.a.poetra mengunggah video yang memperlihatkan kebakaran di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina, disertai narasi yang kontroversial.

Video tersebut mengeklaim bahwa kebakaran terjadi akibat penggunaan QR Code untuk pembelian BBM.

NARASI:

SPBU TERBAKAR AKIBAT MAIN HP-QRIS

PALING IDE NYA M.QODARY

*Rakyat mau Beli bukan minta.. tapi di persulit… Akibat kebijakan ugal2an Rezim Laknat…Dulu di larang main HP di SPBU..sekarang di perboleh kan.. malahan segala sesuatu pasti pakai HP..kode QR.. Begini lah jadi nya. Pembisik Rezim emang biadab semua..rakus2..*

Sumber: Facebook

https://archive.ph/s2pxx Arsip

==========

PENJELASAN:

Tim cek fakta Cyberity melakukan penelusuran terhadap video tersebut dengan menggunakan teknik reverse image search dari Google Lens. Hasilnya, video yang diunggah di Facebook itu ternyata identik dengan video yang telah diunggah sebelumnya oleh akun Instagram “Jangan Ase” pada 11 Oktober 2024.

Video tersebut ternyata merekam kejadian kebakaran di SPBU Subulussalam, Aceh, yang diakibatkan oleh korsleting kendaraan, bukan karena penggunaan QR Code.

Selain itu, tim cek fakta juga menemukan artikel dari media Tribunnews yang melaporkan kebakaran di SPBU Oyon, Kota Subulussalam, pada 10 Oktober 2024. Artikel tersebut memuat informasi bahwa penyebab kebakaran SPBU Oyon di kota Subulussalam akibat korsleting mobil pikap saat mengisi BBM.

Klaim palsu semacam ini berpotensi memicu kepanikan di masyarakat. Di era digital, di mana QR Code semakin sering digunakan sebagai metode transaksi yang mudah dan aman, menyebarkan informasi keliru hanya akan menghambat inovasi teknologi.

Selain itu, tudingan bahwa teknologi QR Code adalah bagian dari “bisnis sekelompok orang rakus tanpa akal sehat” tidak memiliki dasar yang jelas dan cenderung bersifat spekulatif.

Masyarakat perlu lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar, khususnya di media sosial. Tidak semua yang tampak sensasional dan menakutkan adalah kenyataan. Validasi informasi dari sumber-sumber tepercaya dan media yang kredibel sangat penting untuk menghindari penyebaran hoaks yang merugikan.

Dengan demikian, klaim narasi dalam unggahan tersebut masuk dalam kategori konten yang salah.

REFERENSI:

https://s.id/92TqH

https://www.instagram.com/janganase/reel/DA_LOaESN4t

https://aceh.tribunnews.com/2024/10/10/polisi-sebut-penyebab-kebakaran-spbu-oyon-di-kota-subulussalam-akibat-korsleting-pikap-saat-isi-bbm?page=all


Posted

in

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *