[SALAH] Anies Baswedan Sebut Solusi Banjir Menunggu Musim Kemarau

Anies tidak pernah menyatakan bahwa solusi banjir adalah menunggu musim kemarau, baik dalam kapasitasnya sebagai Gubernur DKI Jakarta maupun dalam konteks kampanye politik.

Anies justru menawarkan solusi konkret untuk mengatasi banjir saat kampanye Pilgub DKI Jakarta 2017.

Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.

==========

Kategori: Konten yang menyesatkan

Sebuah narasi yang menuding mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyatakan bahwa solusi banjir adalah “menunggu musim kemarau” beredar di group Facebook WARGA DEMAK yang diunggah oleh akun Ilham Saputra.

Narasi tersebut berupa gambar yang menampilkan wajah Anies dan tulisan besar “Solusi Banjir Itu Mudah, Tinggal Tunggu Musim Kemarau”.

NARASI:

ini solusinya

Sumber: Facebook

https://archive.ph/bEJQQ Arsip

==========

PENJELASAN:

Berdasarkan hasil penelusuran, tidak ada bukti bahwa Anies Baswedan pernah mengeluarkan pernyataan seperti yang disebutkan dalam narasi tersebut.

Anies tidak pernah menyatakan bahwa solusi banjir adalah menunggu musim kemarau, baik dalam kapasitasnya sebagai Gubernur DKI Jakarta maupun dalam konteks kampanye politik.

Sebaliknya, saat berkampanye pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta tahun 2017, Anies Baswedan justru mengemukakan sejumlah langkah konkret untuk mengatasi masalah banjir di Jakarta.

Upaya tersebut menunjukkan komitmen Anies dalam menangani masalah banjir dengan pendekatan struktural dan preventif. Hal ini jauh dari klaim bahwa dia menyarankan menunggu musim kemarau sebagai solusi.

Foto wajah Anies yang dipakai sebenarnya diambil dari sebuah pemberitaan Detik.com pada 10 Desember 2019, yang berjudul “Anies: Anggaran Lem Aibon Diramaikan tapi DKI Provinsi Bebas Korupsi”.

Dalam artikel tersebut, Anies tengah menanggapi polemik terkait anggaran pembelian lem aibon, yang tidak ada kaitannya dengan banjir. Gambar itu disalahgunakan dan dipasangkan dengan narasi menyesatkan.

Konten hoaks serupa sudah beredar sejak tahun 2020, ketika Anies masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Kala itu, sejumlah media dan lembaga telah mengeluarkan bantahan resmi terhadap klaim tersebut.

Berita bohong semacam ini berpotensi menyesatkan masyarakat dan merusak reputasi seseorang. Oleh karena itu, penting bagi publik untuk selalu memeriksa kebenaran informasi sebelum menyebarkannya lebih lanjut. Situs-situs cek fakta yang kredibel dan lembaga pemerintah menyediakan klarifikasi atas klaim-klaim yang mencurigakan.

Dengan demikian, klaim narasi dalam unggahan tersebut masuk dalam kategori konten yang menyesatkan.

REFERENSI:

https://megapolitan.kompas.com/read/2021/02/23/06300021/janji-kampanye-anies-dalam-mengatasi-banjir-jakarta-yang-minim-realisasi-

https://news.detik.com/berita/d-4817560/anies-anggaran-lem-aibon-diramaikan-tapi-dki-provinsi-bebas-korupsi

https://www.medcom.id/telusur/cek-fakta/yNLG5Q1K-cek-fakta-anies-sebut-solusi-banjir-adalah-tinggal-tunggu-musim-kemarau


Posted

in

by

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *