[SALAH] Monkeypox (Mpox) Sama Dengan Herpes Zoster dan Merupakan Efek Samping dari Vaksin COVID-19

Mpox dan herpes zoster adalah dua penyakit yang sangat berbeda, baik dari penyebab maupun cara penularannya serta disebabkan oleh virus yang berbeda pula.

Selain itu, para ahli dari berbagai Institusi kesehatan dunia, termasuk WHO, menegaskan bahwa tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan hubungan antara vaksin COVID-19 dan penyebaran mpox.

Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.

==========

Kategori: Konten yang menyesatkan

Muncul klaim di Facebook dari akun @marasan.lubis.5, yang menyebut bahwa monkeypox (mpox) sama dengan herpes zoster atau cacar api, dan keduanya merupakan efek samping dari vaksin COVID-19 jenis mRNA.

Klaim ini bahkan mengutip seorang dokter asal Jerman, Wolfgang Wodarg, yang mengatakan bahwa apa yang disebut cacar monyet sebenarnya adalah herpes zoster, salah satu efek samping yang disebut-sebut berasal dari vaksin COVID-19.

NARASI:

Dokter Jerman Wolfgang Wodarg menawarkan pandangan alternatif mengenai cacar monyet lebih dari dua tahun yang lalu:

Apa yang dianggap sebagai cacar monyet, dalam banyak kasus, sebenarnya adalah herpes zoster, salah satu efek samping yang diketahui dari vaksin COVID-19.

Cacar adalah momok lain yang diciptakan untuk menutupi efek samping vaksin mRNA

Sumber: Facebook

https://archive.ph/nGEqg Arsip

==========

PENJELASAN:

Pertama-tama, penting untuk memahami bahwa monkeypox (mpox) dan herpes zoster adalah dua penyakit yang berbeda, meskipun keduanya memiliki kesamaan berupa gejala ruam pada kulit dan sama-sama disebabkan oleh virus. Mpox disebabkan oleh virus monkeypox (MPXV), yang termasuk dalam genus Orthopoxvirus, sementara herpes zoster disebabkan oleh varicella-zoster virus (VZV), yang merupakan bagian dari famili virus herpes.

Dilansir dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), Mpox adalah penyakit dengan gejala seperti ruam kulit, demam, nyeri otot, dan pembengkakan kelenjar getah bening yang biasanya berlangsung 2–4 minggu. Penyakit ini bisa menular melalui kontak dekat dengan orang yang terinfeksi atau benda yang telah terkontaminasi, serta dapat menular dari hewan ke manusia.

Di sisi lain, herpes zoster dikenal sebagai penyakit akut yang sangat menular dan hanya menular di antara manusia. Biasanya menyerang orang yang pernah terinfeksi cacar air yang virusnya tetap berada di tubuh, lalu aktif kembali di kemudian hari, terutama pada orang yang sistem kekebalannya lemah atau yang berusia di atas 50 tahun.

Klaim yang menyatakan bahwa mpox adalah efek samping dari vaksin COVID-19 jenis mRNA tidak memiliki dasar ilmiah. Ahli mikrobiologi dan imunologi dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health, Kari Moore Debbink, menjelaskan bahwa vaksin COVID-19 digunakan secara global, sedangkan kasus mpox umumnya ditemukan di negara-negara Afrika tertentu, dengan hanya beberapa kasus kecil yang dilaporkan di luar wilayah tersebut. Tidak ada korelasi geografis antara penyebaran vaksin COVID-19 dan munculnya mpox.

Lebih lanjut, Profesor William Schaffner dari Vanderbilt University Medical Center menegaskan bahwa virus mpox dan COVID-19 berasal dari jenis virus yang sangat berbeda, sehingga vaksin COVID-19 tidak ada hubungannya dengan mpox. Klaim ini juga dibantah oleh David Heymann, profesor epidemiologi penyakit menular di London School of Hygiene and Tropical Medicine, yang mengatakan bahwa tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan adanya hubungan antara vaksin COVID-19 dan epidemi mpox.

Wolfgang Wodarg, seorang dokter asal Jerman, memang sempat menyuarakan pandangan kontroversial tentang vaksin COVID-19 dan mpox. Namun, pernyataannya tidak didukung oleh komunitas ilmiah. Menurut pemeriksa fakta dari Deutsche Welle (DW), Wodarg telah lama dikenal sebagai penentang langkah-langkah pengendalian pandemi COVID-19 dan bergabung dengan partai politik kecil di Jerman yang menolak lockdown. Pandangannya tentang hubungan antara vaksin COVID-19 dan mpox tidak berdasarkan bukti ilmiah yang kredibel.

Dengan demikian, klaim narasi dalam unggahan tersebut masuk dalam kategori konten yang menyesatkan.

REFERENSI:

https://cekfakta.tempo.co/fakta/3182/keliru-klaim-cacar-monyet-sama-dengan-herpes-zoster-dan-efek-samping-vaksin-covid-19

https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/mpox

https://www.who.int/teams/health-product-policy-and-standards/standards-and-specifications/norms-and-standards/vaccine-standardization/varicella

https://www.dw.com/en/fact-check-no-link-between-mpox-and-covid-vaccination/a-69977565

https://factcheck.afp.com/doc.afp.com.36EN4YM

https://www.cnbc.com/2022/07/27/monkeypox-who-recommends-gay-bisexual-men-limit-sexual-partners-to-reduce-spread.html

Posted

in

by

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *