[SALAH] Mafia Bisnis Vaksin COVID-19 Penyebab Pemerintah Abaikan Putusan MA

Vaksin COVID-19 yang diterima oleh Indonesia di masa wabah pandemi adalah sumbangan gratis dari berbagai donatur internasional, seperti GAVI, Unicef, WHO, Astra Zeneca, COVAX, dll. Bukan bisnis mafia vaksin.

Totalnya lebih dari 110 juta dosis, yang diperjuangkan dengan susah payah di tengah wabah, demi keselamatan rakyat Indonesia.

Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.

============

Kategori: Konten yang menyesatkan

Sebuah artikel yang dimuat pada laman Republik Meredeka (rmol.id) menuliskan mengenai mafia bisnis vaksin yang menyebabkan pemerintah mengabaikan putusan MA. Keterangan pada artikel tersebut bersumber dari pengamat politik ekonomi Indonesia, Ichsanuddin Noorsy. 

Ia menduga kekuatan bisnis dan mafia vaksin yang menyebabkan pemerintah terutama Kemenkes mengabaikan putusan Mahkamah Agung (MA) terkait jaminan ketersediaan dan pemberian vaksin halal di Indonesia.

Menurutnya, model yang dibangun dalam bisnis vaksinasi ini yakni dengan membangun industri ketakutan sehingga mereka membutuhkan vaksin. Kemudian para mafia bisnis vaksin ini bekerja sama dengan elite pemerintahan yang dapat memberikan kekuatan memaksa terhadap rakyatnya.

Sumber: Media (arsip)

============

Penjelasan:
Tim pemeriksa fakta Cyberity coba melakukan penelusuran melalui laman resmi milik Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia. Pada Senin, 8 Maret 2021, sebanyak 1,1 juta dosis vaksin yang diperoleh melalui skema kerja sama multilateral pemerintah Indonesia dengan Aliansi Global untuk Vaksin dan Imunisasi (GAVI), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), UNICEF, Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI), dan berbagai pihak internasional lainnya lewat inisiatif Covid-19 Vaccines Global Access (COVAX) Facility. Inisiatif global tersebut bertujuan untuk mengupayakan kesetaraan akses terhadap vaksin-vaksin Covid-19 untuk seluruh negara.

Sebelum kedatangan vaksin melalui skema kerja sama multilateral tersebut, pemerintah Indonesia juga telah mendatangkan 38 juta dosis vaksin yang berasal dari perusahaan Sinovac. Seluruh vaksin telah digunakan untuk mendukung program vaksinasi massal secara gratis yang menargetkan 181,5 juta masyarakat.

Pada desember 2024 Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan chairman Gavi José Manuel Barroso, perwakilan Aliansi Global untuk Vaksin dan Imunisasi atau Global Alliance for Vaccine (GAVI) di Istana Presiden, Jakarta.

Prabowo Subianto menegaskan bahwa GAVI telah membantu Indonesia, terutama ketika pandemi Covid-19. GAVI telah membantu langsung 110,3 juta dosis vaksin gratis senilai 684,6 juta dollar AS serta perlengkapan cold chain equipment dan juga bantuan biaya lainnya yang bernilai hampir 1 miliar dollar AS.

Menurutnya, atas dukungan bantuan GAVI, Indonesia sudah pulih. Dan sekarang merasa ingin ikut juga bantu GAVI dalam pekerjaan selanjutnya, sehingga siap untuk menyumbang 30 juta dollar Amerika. Kini, Gavi sebagai Vaccine Alliance telah membantu memvaksinasi lebih dari separuh anak-anak di dunia terhadap penyakit menular yang mematikan dan melemahkan.

Selain itu, dalam ajaran Islam dikenal “kondisi darurat”. sehingga yang haram bisa menjadi dibolehkan pada kondisi ini. Karena itu MUI (Majelis Ulama Indonesia) juga sudah menyatakan bolehnya vaksin COVID-19 ini karena situasi pandemi ketika itu. Sebagai otoritas yang berwenang terkait hal ini, bukan pengamat ekonomi.

Dengan demikian, pernyataan dari pengamat politik ekonomi Indonesia, Ichsanuddin Noorsy yang menyebutkan bahwa dugaan kekuatan bisnis dan mafia vaksin yang menyebabkan pemerintah terutama Kemenkes mengabaikan putusan Mahkamah Agung (MA) terkait jaminan ketersediaan dan pemberian vaksin halal di Indonesia, adalah tidak benar. Sehingga termasuk dalam kategori konten yang menyesatkan.

Referensi:
https://www.setneg.go.id/baca/index/vaksin_covid_19_dari_skema_multilateral_tiba_di_indonesia

https://www.kompas.id/artikel/presiden-umumkan-indonesia-sumbang-30-juta-dollar-as-vaksin-lewat-gavi

https://news.detik.com/berita/d-7674602/indonesia-sumbang-usd-30-juta-untuk-aliansi-vaksin-gavi

https://www.antaranews.com/berita/4516981/prabowo-ri-donasikan-30-juta-dolar-as-untuk-aliansi-vaksin-gavi


Posted

in

by

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *