Foto yang diklaim sebagai bagian dari “Epstein Files” terbukti bukan berasal dari dokumen resmi penyelidikan kasus Jeffrey Epstein. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa gambar tersebut merupakan cuplikan adegan film horor Thanksgiving (2007) yang dipelintir konteksnya. Arsip resmi penegak hukum Amerika Serikat terkait Epstein tidak memuat foto kanibalisme seperti yang dinarasikan.
Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.
============
Kategori: Konten yang menyesatkan
Akun TikTok “ninasaput” pada Senin (09/02/2026) membagikan sebuah video yang disebut-sebut sebagai bagian dari dokumen “Epstein Files” dan dikaitkan dengan dugaan praktik kanibalisme pada awal Februari 2026. Dalam unggahan tersebut terlihat sejumlah orang sedang menyantap hidangan yang dibuat menyerupai tubuh manusia di atas meja makan.
PENJELASAN:
Tim Pemeriksa Fakta Cyberity melakukan verifikasi terhadap klaim yang menyebut adanya foto praktik kanibalisme dalam dokumen “Epstein Files”. Pemeriksaan dilakukan dengan teknik pencarian balik gambar (reverse image search) melalui Google menggunakan tangkapan layar dari konten yang beredar di media sosial.
Dari hasil penelusuran, gambar yang diklaim sebagai bagian dari dokumen penyelidikan Jeffrey Epstein ternyata tidak memiliki keterkaitan dengan arsip resmi penegak hukum Amerika Serikat. Sebaliknya, foto tersebut teridentifikasi sebagai potongan adegan dari film horor berjudul Thanksgiving yang dirilis pada 2007. Visual serupa dapat ditemukan dalam dokumentasi film yang tersimpan di berbagai basis data film, termasuk yang diarsipkan oleh penggemar karya Quentin Tarantino. Media internasional seperti USA Today juga pernah menjelaskan bahwa gambar tersebut berasal dari film fiksi bergenre horor, bukan dari dokumen kasus kriminal nyata.
Sebagai konteks, istilah “Epstein Files” merujuk pada kumpulan dokumen resmi yang disusun oleh lembaga penegak hukum Amerika Serikat, seperti Department of Justice (DOJ) dan FBI. Arsip tersebut berisi rangkuman proses hukum, bukti, serta keterangan saksi terkait perkara Jeffrey Epstein, seorang terpidana kasus kejahatan seksual anak dan perdagangan manusia yang meninggal dunia di tahanan pada 10 Agustus 2019. Dokumen-dokumen tersebut bersifat administratif dan hukum, bukan dokumentasi visual seperti yang diklaim dalam unggahan.
Dengan demikian, penggunaan cuplikan film untuk dikaitkan dengan “Epstein Files” merupakan bentuk pemelintiran konteks (false context). Tidak ada bukti bahwa dokumen resmi penyelidikan Epstein memuat foto atau adegan kanibalisme sebagaimana dinarasikan di media sosial.
REFERENSI:


Leave a Reply