Hingga saat ini, tidak ditemukan pernyataan resmi dari Menteri Agama maupun Kementerian Agama yang mendukung klaim tersebut. Menteri Agama maupun Wakil Menteri Agama telah secara tegas menyatakan komitmen untuk tidak memberikan toleransi terhadap segala bentuk kekerasan dan pelecehan di lingkungan pendidikan keagamaan.
Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.
============
Kategori: Konten yang Menyesatkan
Akun Facebook “Mohammat Bakhri” mengunggah sebuah foto [arsip] (06/05/2026) dengan narasi:
“Sifat dan tabiat manusialah yang menyebabkan kasus asusila di ponpes daerah Pati tidak ada hubungan dengan agama, agama itu pegangan hidup jika imannya lemah tetap saja agama itu hanya hiasan hidup #photofbpro”
PENJELASAN:
Tim Pemeriksa Fakta Cyberity melakukan verifikasi terhadap foto tersebut dengan menelusuri sumber resmi. Hasilnya, tidak ditemukan pernyataan resmi dari Menteri Agama maupun Kementerian Agama (Kemenag) yang menyebutkan bahwa kasus asusila di pondok pesantren daerah Pati bukanlah kejahatan agama, melainkan hanya nafsu manusiawi.
Dilansir dari Jakarta.times.co.id (04/05/2026), Wakil Menteri Agama, Romo Syafii, menegaskan komitmen negara dalam melindungi santri dari segala bentuk kekerasan. Ia menyatakan bahwa negara tidak memberikan toleransi terhadap praktik kekerasan, baik fisik, verbal, maupun seksual, di lingkungan pendidikan keagamaan, termasuk merespons dugaan kasus di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Dilansir dari Tempo.co.id (06/05/2026), pernyataan resmi dari Menteri Agama mengenai kasus kekerasan seksual di Pati, menegaskan kementeriannya tidak menoleransi tindak kekerasan dan pelecehan, baik fisik, verbal, maupun seksual setelah kasus kekerasan seksual di pesantren di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, terbongkar. Ia menekankan bahwa sebagai Menteri Agama, segala tindakan yang bertentangan dengan moralitas harus menjadi musuh bersama.

Foto disertai narasi pernyataan Menteri Agama mengenai kasus asusila di Pondok Pesantren daerah Pati bukan kejahatan Agama melainkan nafsu manusiawi adalah keliru dan termasuk konten yang menyesatkan. Hingga saat ini, tidak ditemukan pernyataan resmi dari Menteri Agama maupun Kementerian Agama yang mendukung klaim tersebut
REFERENSI:
https://www.tempo.co/politik/menteri-agama-tidak-ada-toleransi-untuk-kekerasan-seksual-2134009


Leave a Reply