Penelitian menunjukkan virus ini sudah terdeteksi di Indonesia sejak tahun 1980-an. Kasus yang ditemukan di Indonesia umumnya adalah jenis Seoul Virus yang ditularkan melalui tikus, bukan jenis virus baru.
Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.
============
Kategori: Konten yang Menyesatkan
Akun Facebook “Mas Sahlan” mengunggah sebuah postingan [arsip] (09/05/2026) dengan narasi:
“Hati2 virus baru muncul di Indonesia
*hantavirus*
#hantavirus”
PENJELASAN:
Tim Pemeriksa Fakta Cyberity melakukan verifikasi terhadap klaim tersebut dengan menelusuri data resmi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan sumber medis kredibel lainnya.
Dilansir dari Kemenkes BKPK (08/05/2026), berdasarkan data Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kemenkes, Hantavirus bukanlah virus baru di Indonesia. Studi menunjukkan virus ini telah ada di tanah air sejak era 1980-an. Penelitian di berbagai kota besar menemukan angka seroprevalensi (persen populasi yang memiliki antibodi terhadap virus) mencapai 11,6%, yang berarti virus ini sudah lama bersirkulasi di tengah masyarakat.

Laporan dari Detik Health (11/05/2026), menjelaskan bahwa seluruh kasus Hantavirus yang terkonfirmasi di Indonesia adalah jenis Seoul Virus. Jenis ini berbeda dengan Andes Virus yang dapat menular antarmanusia. Seoul Virus ditularkan dari hewan pengerat (tikus) ke manusia. Tercatat ada peningkatan deteksi kasus dalam beberapa tahun terakhir karena sistem surveilans yang lebih baik. Pada tahun 2024 dilaporkan 1 kasus, melonjak menjadi 17 kasus pada 2025, dan hingga Mei 2026 tercatat ada penambahan 5 kasus baru. Wilayah DKI Jakarta dan DI Yogyakarta menjadi daerah dengan temuan kasus tertinggi.

Postingan disertai narasi hantavirus adalah virus baru yang masuk Indonesia adalah keliru dan termasuk konten yang menyesatkan. Penelitian menunjukkan virus ini sudah terdeteksi di Indonesia sejak tahun 1980-an. Kasus yang ditemukan di Indonesia umumnya adalah jenis Seoul Virus yang ditularkan melalui tikus, bukan jenis virus baru.
REFERENSI:


Leave a Reply