Video tersebut tidak menunjukkan praktik ritual keagamaan atau tindakan mistis seperti klaim yang beredar, melainkan bagian dari pertunjukan seni tradisional Kuda Lumping yang ditampilkan oleh kelompok Turonggo Budi Santoso. Bukti berupa poster di lokasi dan penelusuran sumber video menegaskan bahwa adegan tersebut merupakan atraksi budaya dalam konteks hiburan atau perayaan
Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.
============
Kategori: Konteks yang salah
Akun X “kus_mub” pada 1 Maret 2026 membagikan sebuah informasi yang menampilkan aksi seorang pria memakai kaos berwarna putih menginjak diduga mayat. Dalam unggahannya menyebutkan bahwa tradisi itu dilakukan agar mayat terhindar dari siksa malaikat.
PENJELASAN:
Berdasarkan penelusuran oleh Tim Pemeriksa Fakta Cyberity dengan menggunakan Google Image Search, ditemukan unggahan serupa di akun TikTok “Slamet Jaya”. Potongan video yang viral tersebut menunjukkan bahwa adegan yang dimaksud bukan bagian dari ritual keagamaan atau praktik spiritual tertentu, melainkan bagian dari pertunjukan seni tradisional Indonesia, yakni kuda lumping.
Dari pengamatan terhadap video dan foto di lokasi, terlihat poster bertuliskan “Seni Kuda Lumping Turonggo Budi Santoso”. Tulisan tersebut menegaskan bahwa tontonan itu merupakan bagian dari pertunjukan budaya, bukan ritual keagamaan atau tradisi mistis seperti klaim tentang menginjak jenazah demi terhindar dari siksa malaikat.
Kuda Lumping adalah kesenian tradisional Indonesia yang berasal dari budaya Jawa. Kesenian ini juga dikenal dengan nama jaran kepang atau jathilan. Pertunjukan ini menampilkan penari yang menggambarkan pasukan berkuda dengan menggunakan kuda tiruan yang terbuat dari anyaman bambu dan dihias warna-warni. Tarian tersebut diiringi musik tradisional seperti gamelan, kendang, dan gong.
Dalam beberapa pertunjukan, para penari kadang terlihat dalam kondisi trance atau “kesurupan”. Kondisi ini merupakan bagian dari atraksi seni budaya yang telah lama dikenal dalam tradisi pertunjukan tersebut, bukan bukti adanya praktik supranatural atau ritual keagamaan tertentu.
Adapun “Turonggo Budi Santoso” yang tertulis pada poster merujuk pada nama kelompok seni kuda lumping yang tampil dalam acara tersebut. Kelompok-kelompok seperti ini umumnya diundang untuk memeriahkan kegiatan budaya, hiburan, atau perayaan masyarakat.
REFERENSI:


Leave a Reply