Berdasarkan hasil investigasi kepolisian, peristiwa tragis di Desa Kalianyar, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, pada Senin (02/11/2026) tersebut memang benar terjadi. Namun, motif di balik aksi keji yang dilakukan oleh tetangga korban berinisial FSS (31) bukanlah karena korban sering melakukan “flexing” atau pamer kekayaan di media sosial, melainkan dipicu oleh dendam pribadi akibat ejekan.
Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.
============
Kategori: Konten yang Menyesatkan
Akun X “@B3doel___” mengunggah sebuah postingan [arsip] (04/11/2026) dengan narasi:
“Flexing pamer kekayaan di media sosial berakhir dirampok tetangga nya sendiri hingga menjadi abu di dalam mobil pribadinya …
Kasus dugaan perampokan, penculikan, dan pembunuhan terbaru di Indramayu terjadi pada Senin, 2 November 2026 di Desa Kalianyar, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat ..”
PENJELASAN:
Tim Pemeriksa Fakta Cyberity melakukan verifikasi terhadap klaim tersebut dengan menelusuri berbagai sumber resmi yang kredibel.
Dilansir dari rilis resmi detik.com (04/11/2026), Kasat Reskrim Polres Indramayu AKP Muchammad Arwin Bachar mengungkapkan, “Untuk motifnya dendam.” Arwin menuturkan berdasarkan pengakuan pelaku, korban kerap mengucapkan kata-kata yang menyakitkan hati pelaku. Korban pernah mengejek pelaku membangun bengkel motor dan rumah menggunakan uang hasil utang.

Hal serupa dilaporkan oleh kompas.com (04/11/2026), Berdasarkan penyidikan mendalam, pelaku nekat menghabisi nyawa korban karena menyimpan dendam kesumat setelah sering diejek membangun rumah dan usaha dari hasil berutang.

Postingan dengan narasi sosok Hj Komariyah flexing pamer kekayaan di media sosial berakhir dirampok tetangga adalah keliru dan termasuk konten yang menyesatkan. Berdasarkan hasil investigasi kepolisian, peristiwa tragis di Desa Kalianyar, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, pada Senin (02/11/2026) tersebut memang benar terjadi. Namun, motif di balik aksi keji yang dilakukan oleh tetangga korban berinisial FSS (31) bukanlah karena korban sering melakukan “flexing” atau pamer kekayaan di media sosial, melainkan dipicu oleh dendam pribadi akibat ejekan.
REFERENSI:


Leave a Reply